Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Struktural

Pola Keruangan Wilayah Kota Berdasarkan Teori Struktural

Menurut Yunus (2006), terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menyoroti dinamika kehidupan suatu kota, khususnya berdasarkan penggunaan lahan kota atau tata ruang kota tersebut. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu pendekatan ekologi, pendekatan ekonomi, pendekatan  morfologi, dan pendekatan sistem kegiatan. Saat ini, kita akan membahas tentang pendekatan ekologi, khususnya berdasarkan teori struktural.

Teori struktural merupakan perkembangan dari teori historis yang dikemukakan oleh William Alonso (1964). Menurut teori ini, perkembangan pada zona CBD (pusat kota) telah memberikan pengaruh kepada zona di sekitar CBD, khususnya berupa degradasi kualitas lingkungan dan gangguan kenyamanan tempat tinggal. Hal ini menyebabkan terjadinya proses sentrifugal (gerakan menyebar ke luar kota) oleh penduduk yang semula bertempat tinggal di zona sekitar CBD (keterangan a). Karena adanya pembaruan permukiman, penduduk di pinggiran kota kembali ke daerah sekitar CBD tersebut, tetapi penduduk yang kembali ini merupakan penduduk yang belum berkeluarga (keterangan b). Hal ini berbeda dengan perpindahan ke yang terjadi secara massal. Karena perpindahan penduduk yang bersifat selektif ini, maka terbentuk struktur permukiman dari luar kota menuju ke zona sekitar CBD (keterangan c).


Baca Artikel Lainnya: