Kekuatan Hubungan Interaksi Antarwilayah

Kekuatan Hubungan Interaksi Antarwilayah

Interaksi wilayah adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara dua wilayah atau lebih sehingga menimbulkan suatu fenomena tertentu, terutama akibat aktivitas manusia. Wilayah desa dan wilayah kota memiliki interaksi erat yang sebenarnya dapat saling menguntungkan. Bahan pangan seperti beras, sayur, rempah-rempah, maupun hewan ternak yang biasa kita konsumsi sehari-hari sebagian besar diperoleh dari pedesaan. Sebaliknya, penduduk pedesaan memerlukan masyarakat kota untuk menjual bahan pangan tersebut dengan harga yang lebih tinggi karena dari sisi perekonomian penghasilan masyarakat kota cenderung lebih tinggi daripada masyarakat desa.

Kekuatan hubungan interaksi antarwilayah dapat dijelaskan dengan teori gravitasi, teori titik henti, teori grafik, dan teori tempat sentral.

  1.    Teori Gravitasi

Teori gravitasi ditemukan oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1678 dalam hukum fisika berupa hukum gaya tarik. Hukum Newton ini diadaptasi oleh ilmu geografi untuk mengukur interaksi keruangan konsep geografi. Konsep ini diperkenalkan oleh W.J. Reilly pada tahun 1929 dalam rumus berikut ini.

Teori Gravitasi

Keterangan:

I           = Interaksi antara kedua wilayah

PA        = Jumlah penduduk wilayah A

PB          = Jumlah penduduk wilayah B

d2           = Kuadrat jarak antara kedua wilayah

  1.    Teori Titik Henti

Teori titik henti merupakan pengembangan dan modifikasi dari teori gravitasi yang dikemukakan oleh Reilly. Teori ini memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan zona-zona perdagangan dari dua wilayah yang berbeda ukurannya. Secara matematis, teori ini dapat dinyatakan dengan rumus berikut.

Teori Titik Henti

Keterangan:

DAB      = Jarak lokasi titik henti yang diukur dari kota atau wilayah yang
jumlah penduduknya lebih kecil

dAB       = Jarak antara kota A dan kota/desa B

PA           = Jumlah penduduk kota (yang lebih besar)

PB           = Jumlah penduduk kota/desa (yang lebih kecil)

  1.    Perhitungan Indeks Konektivitas

Salah satu faktor yang menentukan interaksi antarwilayah adalah sarana dan prasarana transportasi. Keberadaan sarana dan prasarana transportasi yang baik akan memudahkan mobilitas barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lain. Suatu wilayah dengan wilayah lain biasanya dihubungkan dengan jalur-jalur transportasi, baik jalur transportasi darat, laut maupun udara sehingga membentuk pola-pola jaringan tertentu dalam ruang di permukaan bumi. Dilihat dari jaringan jalannya, untuk mengetahui kekuatan interaksi antarkota dalam suatu wilayah digunakan rumus indeks konektivitas yang dikemukakan oleh K.J. Kansky. Rumus tersebut adalah sebagai berikut.
Perhitungan Indeks Konektivitas


Baca Artikel Lainnya: