Contoh Discusson Text ‘SMOKING’ (Merokok)

discusson-text-smoking

Contoh teks diskusi ‘MEROKOK’ beserta arti lengkapnya dalam bahasa inggris

discusson-text-smoking

Teman-teman IBI pasti pernah diskusi kan? baik dengan keluarga atau dengan teman-teman dan teman-teman IBI tentang sesuatu? Diskusi bertujuan untuk mencari kesepakatan atau jalan keluar, sehingga wajar jika terjadi pro dan kontra dalam suatu diskusi.

Nah, di bawah ini kita akan membahas contoh teks diskusi dalam bahasa Inggris tentang masalah rokok atau rokok yang bisa teman-teman IBI gunakan sebagai referensi belajar. Mari kita coba, mari kita lihat ini, oke?

Merokok adalah silinder dengan panjang kertas 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter kira-kira. 10 mm, yang berisi tato daun tembakau. Rokok dibakar di salah satu ujungnya dan dididihkan sehingga asap di ujung yang lain bisa dihirup melalui mulut. Merokok biasanya dijual dalam bentuk bundel atau kertas pembungkus berbentuk kotak yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam tas. Selama beberapa tahun sekarang, pesan kesehatan juga telah ditambahkan ke bundel bundel sebagai aturan, memperingatkan perokok tentang bahaya kesehatan yang dapat disebabkan oleh merokok.
“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan aborsi”. Namun, kata-kata itu hanya digunakan sebagai hiasan murni. Sebagai negara agraris, Indonesia memudahkan petani menanam tembakau di Indonesia, apalagi karena harga jual tembakau yang sangat tinggi. Para petani tembakau yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa, sebagian besar hidupnya menggantungkan hidup dari menjual hasil panen tembakau. Nah, jika merokok dilarang, mereka akan kehilangan mata pencaharian dan kekayaan mereka. Produsen rokok juga diuntungkan karena mereka dapat dengan mudah memperoleh daun tembakau dari petani.
Perusahaan rokok juga mempekerjakan banyak tenaga kerja, sehingga perusahaan rokok secara tidak langsung membantu mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Selain itu, perusahaan rokok juga menyediakan banyak mata uang asing untuk Indonesia, pajak rokok yang tinggi. Penjual juga diuntungkan sebagai distributor rokok. Banyaknya pembeli serta suplai rokok yang tiada henti memudahkan para distributor rokok rokok menjual rokok di Indonesia.
Oleh karena itu, merokok memiliki dampak yang sangat besar bagi banyak orang, terutama di bidang keuangan. Sangat sulit untuk melarang atau bahkan berhenti merokok karena mempengaruhi penghidupan banyak orang dan meningkatkan pengangguran di Indonesia. Namun di sisi lain, jika pemerintah membiarkan produksi rokok merajalela, maka masyarakat akan terancam. Merokok telah terbukti mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia yang berbahaya tidak hanya bagi kesehatan orang yang mengendusnya, tetapi juga bagi mereka yang secara tidak sengaja menghirup asapnya. Karena kita tidak sering melihat peringatan, merokok harus dilarang di tempat umum.
Namun dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah maka peringatan apapun tidak akan masuk akal bagi mereka. Jadi bukan kebiasaan yang harus diatur atau diperbaiki, tetapi asal muasal bencana harus dihilangkan. Dalam hal ini, pelarangan produksi dan penyebaran rokok merupakan solusi yang paling tepat sehingga sementara banyak orang membutuhkannya, ketika rokok tidak ada pecandu pasti harus berhenti. Salah satu yang terluka adalah perokok itu sendiri. Efek dari merokok secara psikologis adiktif atau adiktif pada perokok itu sendiri. Perokok akan mandek jika tidak merokok dalam jangka waktu tertentu. Kecanduan rokok inilah yang terkandung dalam efek psikologis akibat alam bawah sadar perokok.
Selain itu, efek kecanduan merokok di atas akan mengakibatkan perokok lebih banyak dari biasanya, tetapi sekali lagi, pemerintah akan menghadapi pilihan yang sulit dalam memilih antara kesehatan atau kekayaan. Sangat tidak sepantasnya dalam keadaan merokok yang tinggi seperti ini masyarakat menuduh pemerintah tidak mau menghentikan produksi rokok. Merokok tidak hanya membawa kemakmuran bagi sebagian orang, tetapi juga memainkan peran penting dalam sumber pendapatan NASIONAL kita. Tapi satu masalah punya solusi. Satu-satunya pilihan adalah pemerintah harus memberikan mata pencaharian lain bagi masyarakat yang kecanduan merokok. Dengan demikian, pemerintah akan merasa aman jika produksi dihentikan.

Rokok adalah silinder kertas dengan panjang 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi potongan daun tembakau. Rokok dibakar dan dibakar di salah satu ujungnya sehingga asapnya bisa dihirup melalui mulut di ujung yang lain. Rokok biasanya dijual dalam kemasan karton atau kertas yang dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam tas. Selama beberapa tahun sekarang, peringatan kesehatan telah ditambahkan ke kemasan ini sebagai aturan, memperingatkan perokok tentang bahaya kesehatan yang dapat timbul dari merokok.

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan.” Namun, kata-kata ini hanya digunakan sebagai hiasan. Sebagai negara agraris, Indonesia memberikan kemudahan bagi petani untuk menanam tembakau di Indonesia, apalagi mengingat harga jual tembakau yang sangat tinggi. Petani tembakau yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan tanaman tembakau. Nah, jika merokok dilarang, mereka akan kehilangan mata pencaharian dan kekayaan mereka.

Produsen rokok juga sangat diuntungkan dengan kemudahan menerima daun tembakau dari petani. Perusahaan rokok juga mempekerjakan banyak tenaga kerja, sehingga perusahaan rokok secara tidak langsung membantu mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Selain itu, perusahaan rokok dengan pajak rokok yang tinggi juga memberikan banyak devisa bagi Indonesia. Penjual sebagai distributor rokok juga menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Banyaknya pembeli dan gencarnya pasokan rokok memudahkan para pedagang rokok menjual rokok di Indonesia. Oleh karena itu, rokok memiliki dampak yang sangat besar bagi banyak orang, terutama di sektor keuangan. Sangat sulit untuk melarang atau bahkan menghentikan produksi rokok karena akan merusak hajat hidup orang banyak dan meningkatkan angka pengangguran di Indonesia.

Namun sebaliknya jika pemerintah membiarkan produksi rokok merajalela, masyarakat akan terancam. Rokok telah terbukti mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia yang berbahaya tidak hanya bagi kesehatan orang yang merokok, tetapi juga bagi mereka yang secara tidak sengaja menghirup asapnya. Oleh karena itu, tidak jarang kita melihat peringatan tentang merokok di tempat umum. Namun, mengingat rendahnya kesadaran sosial masyarakat, peringatan apa pun tidak akan berarti apa-apa bagi mereka. Jadi bukan kebiasaan yang perlu diatur atau diperbaiki, tetapi penyebab bencana yang perlu dihilangkan. Dalam hal ini, pelarangan produksi dan distribusi rokok merupakan solusi yang paling tepat sehingga walaupun banyak orang membutuhkannya, ketika rokok sudah tidak ada lagi, para pecandu mau tidak mau harus berhenti.

Salah satu yang dirugikan adalah perokok itu sendiri. Efek psikologis dari merokok adalah perokok itu sendiri menjadi kecanduan atau kecanduan. Perokok menjadi gelisah jika mereka tidak merokok untuk sementara waktu. Kecanduan rokok merupakan efek psikologis yang muncul dari alam bawah sadar perokok. Selain itu, efek dari kecanduan rokok akan mengakibatkan peningkatan konsumsi rokok di atas rata-rata, tetapi sekali lagi, pilihan antara kesehatan dan kekayaan masih akan sulit bagi pemerintah.

Dalam kondisi konsumsi rokok yang tinggi, tidak pantas menyalahkan pemerintah yang tidak mau menghentikan produksi rokok. Rokok tidak hanya membawa kekayaan bagi banyak pihak, tetapi juga berperan penting dalam sumber pendapatan APBD kita. Tapi pasti ada solusi untuk suatu masalah. Satu-satunya pilihan bagi pemerintah adalah memberikan mata pencaharian yang berbeda bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada rokok. Sehingga pemerintah akan merasa aman jika berhenti berproduksi.

Sumber :